Pemerintah Swedia telah memberikan dana sebesar USD1,3 juta melalui Swedfund International untuk mendukung studi kelayakan Kereta Api Subic–Clark–Manila–Batangas (SCMB), sebuah proyek unggulan di bawah Koridor Ekonomi Luzon (LEC). Perjanjian pembiayaan hibah ditandatangani antara Swedfund International dan Departemen Perhubungan (DOTr), menurut Kantor Asisten Khusus Presiden Bidang Investasi dan Perekonomian (OSAPIEA). Kontribusi Swedia ini melengkapi pendanaan dari Badan Perdagangan dan Pembangunan Amerika Serikat (USTDA), yang mendukung studi paralel mengenai pemodelan transportasi, integrasi pelabuhan-kereta api, dan perencanaan kelembagaan.
Bank Pembangunan Asia (ADB) akan mengawasi pengadaan konsultan untuk studi kelayakan utama proyek SCMB. Kereta api barang yang diusulkan akan menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar di Subic, Manila, dan Batangas untuk meningkatkan efisiensi logistik dan mengurangi biaya transportasi.
Inisiatif ini merupakan bagian dari kerja sama trilateral antara Filipina, Jepang, dan Amerika Serikat melalui kerangka LEC. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas infrastruktur, mendorong pembangunan industri berkelanjutan, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di seluruh pusat logistik utama Luzon.