DOWNLOAD 88ID
Aplikasi Game Terbesar di Indonesia
DOWNLOAD APP

Startup Drone Pertahanan Lepas Landas

Startup Drone Pertahanan Lepas Landas


Invasi Rusia ke Ukraina telah mengubah cara pandang Eropa terhadap perang.

Lewatlah sudah hari-hari ketika segelintir konglomerat pertahanan menunggu menteri memberi lampu hijau pada program bernilai miliaran euro sebelum berani memproduksinya. Di tengah ketidakpastian mengenai dukungan militer AS, para pemimpin di Jerman dan negara-negara lain menyadari bahwa mereka perlu meningkatkan pertahanan mereka. Badan Pertahanan Eropa memperkirakan bahwa UE akan menginvestasikan sekitar €130 miliar (sekitar $151 miliar) pada bidang pertahanan tahun ini, naik dari €106 miliar pada tahun 2024. Pada saat yang sama, pemodal ventura telah menginvestasikan $1,5 miliar pada perusahaan rintisan pertahanan Eropa, menurut Oxford Analytica.

Dari lebih dari 230 perusahaan rintisan yang didirikan sejak tahun 2022, perusahaan-perusahaan Jerman seperti Helsing, EuroAtlas, Quantum Systems, atau ARX Robotics menawarkan perubahan nyata pada kementerian pertahanan pemerintah mereka, dengan keinginan untuk melipatgandakan anggarannya. Helsing, misalnya, adalah perusahaan yang menyediakan drone kepada Ukraina, yang kemudian diperbarui setiap beberapa minggu. ARX ​​Robotics sedang mengembangkan kecoa mata-mata, dilengkapi kamera, yang dapat mengumpulkan informasi di wilayah musuh. EuroAtlas membangun kendaraan bawah air otonom yang dapat memantau kabel di dasar laut. Terakhir, Quantum Systems sedang mengembangkan drone yang mencegat dan menetralisir pesawat tak berawak musuh.

Perusahaan-perusahaan Jerman berada di garis depan dalam pertempuran ini, namun mereka tidak sendirian. Tekever, entitas Portugis yang berkantor di Inggris, Amerika Serikat, dan Prancis, memproduksi berbagai drone yang dapat diuji dengan cepat di Ukraina. Startup Inggris juga mendesain ulang medan perang. Kraken Technologies memiliki dua pabrik di Inggris dan, segera, pabrik ketiga di Hamburg, Jerman. Produk unggulannya, K3 Scout, adalah kendaraan permukaan tak berawak otonom yang dapat membawa berbagai platform senjata ke laut lepas.

Cambridge Aerospace, startup Inggris lainnya, didirikan bersama oleh Steven Barrett, seorang insinyur dirgantara dan profesor Universitas Cambridge. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2024 ini berfokus pada pembuatan drone murah untuk mencegat rudal balistik.

Perancis, negara startup yang diimpikan oleh Presiden Emmanuel Macron, tidak mau kalah. Harmattan AI, yang didirikan pada tahun 2024, telah mendapatkan kontrak dengan kementerian pertahanan Prancis dan Inggris. Mereka memproduksi 1.000 drone pengintai dan tempur otonom untuk militer Prancis, sementara Alta Ares menyempurnakan perangkat lunak intelijen medan perang yang memproses rekaman drone bahkan tanpa koneksi internet.


Previous Article

Ambisi Persib Bandung Datangkan Ole Romeny Dapatkan Angin Segar

Next Article

Bagaimana Donald Trump dan CEO perusahaan terbesar di dunia menjadi sahabat karib

Write a Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *