DOWNLOAD 88ID
Aplikasi Game Terbesar di Indonesia
DOWNLOAD APP

Setahun kemudian, Prabowo bertaruh pada konsolidasi politik

Setahun kemudian, Prabowo bertaruh pada konsolidasi politik


Jakarta (ANTARA) – Monday (Oct. 20, 2025) marks exactly one year since President Prabowo Subianto and Vice President Gibran Rakabuming Raka assumed office.

Dalam waktu yang relatif singkat, pola pemerintahan yang berbeda telah muncul – sebuah pendekatan politik yang akomodatif yang bertujuan untuk merangkul beragam kekuatan politik.

Alih-alih memperpanjang polarisasi pasca pemilu, Prabowo malah melakukan konsolidasi, bekerja sama dengan mantan pesaingnya untuk meredakan ketegangan dan memperkuat stabilitas nasional di tahun pertama pemerintahannya.

Dalam beberapa kesempatan, Prabowo menggarisbawahi pentingnya kedewasaan politik.

“Mereka yang kalah harus berjiwa besar, dan mereka yang menang harus melibatkan pihak lain,” katanya – sebuah prinsip yang memandu strategi politiknya.

Merangkul Lawan

Pendekatan akomodatif ini paling terlihat dalam komposisi Kabinet Merah Putih, di mana Prabowo menunjuk tokoh-tokoh dari berbagai spektrum politik.

Diantaranya adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar, mantan rivalnya di Pilpres 2024, yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.

Prabowo juga memasukkan politisi PKB lainnya, seperti Abdul Kadir Karding sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dan Yassierli, yang dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebagai Menteri Tenaga Kerja. Kedua partai tersebut bergabung dengan koalisi Prabowo setelah pemilu.

Pola ini terus berlanjut. Baru-baru ini, Mahfud MD, mantan saingannya, dilaporkan secara luas sebagai calon anggota Komite Reformasi Kepolisian Nasional, yang menunjukkan upaya Prabowo untuk mengubah oposisi di masa lalu menjadi kerja sama.

Keputusan politik seperti ini merupakan bagian dari strategi konsolidasi yang dirancang untuk menciptakan stabilitas – sebuah kondisi penting bagi pembangunan nasional yang efektif.

Stabilitas Politik

Dengan terbentuknya Koalisi Indonesia Maju Plus (KIM Plus), Prabowo telah mengamankan dominasi parlemen, menguasai 470 dari 580 kursi, atau sekitar 81 persen.

Hanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), yang memegang 110 kursi (19 persen), yang memilih tetap berada di luar pemerintahan.

Namun, PDI-P tidak mengidentifikasi dirinya sebagai oposisi, melainkan menyebut dirinya sebagai “kekuatan penyeimbang.” Partai tersebut telah berjanji untuk mendukung kebijakan pro-rakyat sambil mempertahankan sikap kritis bila diperlukan.

Konfigurasi politik ini menciptakan keseimbangan – basis pemerintah yang kuat di badan legislatif dengan tetap menjaga pengawasan melalui partai-partai di luar pemerintahan.

Hasilnya, hubungan eksekutif-legislatif tetap harmonis – hal yang jarang terjadi pada tahap awal pemerintahan baru.

Ketika demonstrasi massal meletus pada akhir Agustus, Prabowo berkoordinasi dengan para pemimpin partai dan parlemen untuk meredakan ketegangan. Respons yang diberikan dianggap efektif dan stabilitas segera pulih.

Dalam lanskap politik yang sering kali diwarnai persaingan kepentingan, stabilitas seperti ini merupakan pencapaian yang patut dicatat. Kerja sama yang produktif antar pemangku kepentingan telah memungkinkan pemerintah untuk fokus pada kebijakan substantif dibandingkan konflik yang berkepanjangan.

Memupuk Persatuan

Pendekatan akomodatif yang dilakukan Prabowo juga tampak dalam langkah-langkah rekonsiliasi yang simbolis namun signifikan.

Pemberian amnesti kepada Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan grasi Thomas Trikasih Lembong, mantan Menteri Perdagangan dan anggota tim kampanye Anies Baswedan, mengisyaratkan adanya keinginan untuk menata ulang hubungan politik.

Tindakan ini mencerminkan niat Prabowo untuk mengurangi konfrontasi yang dapat menghambat jalannya pemerintahan. Amnesti bagi Kristiyanto, khususnya, membuka pintu bagi hubungan yang lebih kooperatif antara pemerintah dan PDI-P.

Dengan merangkul mantan lawannya, Prabowo telah memperluas dialog politik, mengurangi gesekan sosial, dan memperkuat semangat persatuan nasional.

Pada tanggal 29 September, Prabowo menghadiri upacara penutupan Kongres Nasional Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke-6.

Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa hakikat politik terletak pada keikhlasan dan komitmen yang kuat untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi bangsa.

Kehadirannya di acara tersebut menegaskan komitmennya terhadap keterlibatan inklusif dengan semua kelompok politik dalam semangat persatuan dan kemajuan nasional.

Pemeriksaan dan Saldo

Meskipun pendekatan akomodatif ini telah menghasilkan keuntungan seperti stabilitas dan kekuatan parlemen, pendekatan ini juga menimbulkan tantangan. Pemerintah harus menjaga stabilitas ini sambil menjaga checks and balances demokrasi yang kuat.

Dalam konteks ini, peran masyarakat sipil, media, dan kekuatan penyeimbang seperti PDI-P sangat penting untuk menjaga demokrasi tetap hidup dan akuntabel.

Keberhasilan suatu pemerintahan, menurut para pengamat, tidak hanya diukur dari laju pembangunan namun juga dari komitmennya terhadap integritas hukum, kebebasan berekspresi, dan partisipasi masyarakat.

Strategi inklusif Prabowo menjadi landasan untuk mewujudkan janji-janji kampanye utama – termasuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat, perumahan bersubsidi bagi keluarga berpenghasilan rendah, dan upaya untuk memperkuat perekonomian nasional.

Setahun setelah pemerintahan Prabowo-Gibran, upaya pemerintah untuk membentuk kerangka politik yang lebih inklusif mulai terlihat. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana kekuasaan dapat berfungsi sebagai kekuatan pemersatu demi kebaikan yang lebih besar.

Meskipun bukannya tanpa kelemahan dan masih mengalami perubahan dinamika politik, langkah yang diambil sejauh ini mencerminkan niat Prabowo untuk menjadikan stabilitas politik sebagai landasan agenda pembangunan nasional Indonesia.

Berita terkait: Pertahanan dipandang sebagai kekuatan utama di tahun pertama kepemimpinan Prabowo: IARMI

Berita terkait: Setahun kemudian, Prabowo menempatkan Indonesia dalam sorotan global

Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2025


Previous Article

Pemimpin Paling Inspiratif Membuat Perubahan di Tahun 2025 - Wawasan Sukses

Next Article

ORI028 Ditutup 3 Hari Lagi, Sudah Terjual Rp11,4 Triliun

Write a Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *