mahasiswa melakukan protes di Jakarta pada hari Senin sebagai Presiden Prabowo Subianto menyelesaikan satu tahun masa jabatannya, dua bulan setelah demonstrasi yang disertai kekerasan di seluruh negeri, dan seorang pakar menyalahkan pemerintah atas dasar keterbukaan dan partisipasi masyarakat.
Sekitar 300 mahasiswa yang mengenakan jaket kuning dan biru berkumpul di dekat istana presiden saat kabinet Prabowo bersidang, jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah protes yang dipimpin mahasiswa pada bulan Agustus terhadap kebijakan pemerintah dan tunjangan anggota parlemen yang tersebar di seluruh negeri.
“Program makan gratis sama dengan racun,” demikian bunyi spanduk yang dibawa oleh para pelajar yang menuntut diakhirinya kampanye makanan sekolah yang diusung oleh Prabowo untuk jutaan pelajar dan wanita hamil, namun malah menyebabkan ribuan pelajar keracunan makanan.
“Masih ada permasalahan yang belum terselesaikan, meski prosesnya sudah dimulai,” kata Maulana Sai, mahasiswa Universitas Jayabaya berusia 25 tahun, yang menyerukan reformasi kebijakan pemerintah, termasuk program pangan.
Protes pada bulan Agustus semakin besar setelah sebuah kendaraan polisi menabrak dan membunuh seorang sopir pengantar barang, yang meningkatkan jumlah korban tewas dan memberikan tantangan terbesar bagi Prabowo sejak pemilu tahun lalu.
Koalisi kelompok mahasiswa yang populer disebut BEM SI menerbitkan poster protes hari Senin di Instagram, disertai tagar #1YearIsEnough dan #1YearOfContinuousProblems.
Tahun pertama pemerintahan Prabowo dirusak oleh kurangnya partisipasi masyarakat dalam kebijakannya, kata Wasisto Raharjo Jati, peneliti politik di Badan Riset dan Inovasi Nasional.
“Secara umum, pemerintahan Prabowo mengalami gejolak pada tahun pertama, terutama terkait dengan kurangnya keterbukaan dan partisipasi,” ujarnya, mengutip program pangan.
Dalam pidatonya yang luas di depan kabinetnya, Prabowo membela program makanan gratis pada hari Senin, sambil menjanjikan pendidikan dan perawatan medis yang lebih baik.
Untuk mendanai programnya, yang juga mencakup pemeriksaan kesehatan gratis dan sekolah bagi masyarakat miskin di Indonesia, Prabowo telah memotong belanja pemerintah atau mengalihkan dana dari bidang lain, seperti pendidikan.
Mantan komandan pasukan khusus ini telah memperluas peran militer dengan menempatkan tentara untuk bekerja pada program pangan dan proyek pertanian.
Prabowo telah berjanji untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi 8% selama masa jabatan lima tahun hingga tahun 2029. Ia telah meluncurkan beberapa paket stimulus untuk memicu aktivitas.