Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memperkuat dukungannya terhadap program ketahanan pangan pemerintah melalui panen jagung yang menghasilkan sekitar 45 ton di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan, kerja sama lintas sektoral antara Kantor Imigrasi Khusus Kelas I Surabaya dan Polres Sidoarjo Kota mencerminkan kontribusi kementerian dalam memajukan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Kementerian terus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional melalui berbagai inisiatif di seluruh Indonesia, seperti kegiatan di Sidoarjo yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, polisi, dan masyarakat setempat,” kata Andrianto saat acara panen jagung, Jumat.
Ia menegaskan, ketahanan pangan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), atau Kepolisian Negara (Polri), tetapi juga seluruh kementerian dan keluarga di tingkat masyarakat.
Menurutnya, ketahanan pangan dapat dimulai dari keluarga dengan memanfaatkan lahan-lahan tak terpakai di sekitar tempat tinggal mereka untuk membantu memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang mandiri.
Selain menanam padi dan jagung dengan berbagai mitra, kementerian juga berupaya mengoptimalkan lahan yang kurang dimanfaatkan di seluruh negeri untuk peternakan, pertanian, budidaya udang, dan budidaya sidat.
“Meski dampaknya tidak besar, namun Kementerian tetap berkomitmen mendukung ketahanan pangan nasional dan melahirkan generasi emas masa depan,” imbuhnya.
Dalam acara tersebut, Menteri Andrianto secara simbolis membagikan 500 paket sembako kepada warga Desa Bulang serta menyerahkan mesin panen, alat penyemprot pertanian, dan 120 kilogram benih jagung hibrida kepada petani setempat.
Panen tersebut dihasilkan dari proyek budidaya seluas 10 hektar yang dimulai pada 25 Juni 2025.
Program ketahanan pangan pemerintah yang ditetapkan sebagai prioritas nasional merupakan kebijakan komprehensif yang bertujuan untuk menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan kualitas pangan bagi seluruh warga negara.
Inisiatif ini berfokus pada peningkatan produksi pertanian, penguatan sistem logistik, dan pengembangan program khusus seperti “Makanan Bergizi Gratis.”
Tujuan utama program ini adalah mencapai swasembada pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, serta mendukung kesehatan masyarakat.
Program ketahanan pangan prioritas meliputi penguatan produksi pertanian, peningkatan jaringan logistik, dan perluasan cadangan pangan.
Upaya-upaya ini dilaksanakan dengan mendorong produktivitas pertanian dan perikanan, mengalokasikan dana desa untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal, dan mengembangkan program pangan pekarangan yang berkelanjutan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan rumah tangga.
Pemerintah juga meningkatkan infrastruktur penyimpanan dan pengolahan pangan, memperkuat peran Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam menyerap hasil petani, dan memperkuat sistem logistik pangan nasional untuk menjamin stabilitas dan aksesibilitas pangan di seluruh negeri.
Berita terkait: Semakin banyak petani muda yang memperoleh pendapatan tinggi melalui pertanian berbasis teknologi
Berita terkait: Laboratorium hidup masyarakat di Indonesia meningkatkan pertanian berkelanjutan
Penerjemah: Astrid, Kenzu
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2025