Pembaca garis miring Brian Fagioli menulis: Pengelola kata sandi 1Password Laporan Tahunan 2025: Kesenjangan Akses-Kepercayaan mengungkap bagaimana karyawan sehari-hari menjadi peretas yang tidak disengaja di era AI. Data perusahaan menunjukkan bahwa 73% pekerja didorong untuk menggunakan alat AI, namun lebih dari sepertiganya mengakui bahwa mereka tidak selalu mengikuti kebijakan perusahaan. Banyak karyawan yang memasukkan informasi sensitif ke dalam model bahasa besar atau menggunakan aplikasi AI yang tidak disetujui untuk menyelesaikan pekerjaan, sehingga menciptakan apa yang disebut 1Password sebagai “AI Bayangan”. Pada saat yang sama, pertahanan tradisional seperti sistem masuk tunggal (SSO) dan pengelolaan perangkat seluler (MDM) gagal mengimbanginya, sehingga meninggalkan kesenjangan dalam visibilitas dan kontrol.
Laporan ini memperingatkan bahwa keamanan perusahaan sedang dirusak dari dalam. Lebih dari separuh karyawan telah menginstal perangkat lunak tanpa persetujuan TI, dua pertiganya masih menggunakan kata sandi yang lemah, dan 38% telah mengakses akun di tempat kerja sebelumnya. Meskipun antusiasme terhadap kunci sandi dan autentikasi tanpa kata sandi meningkat, 1Password mengatakan sebagian besar organisasi masih bergantung pada sistem lama yang tidak pernah dibuat untuk pekerjaan berbasis cloud dan berbasis AI. Dampaknya adalah semakin besarnya “Kesenjangan Kepercayaan Akses” (Access-Trust Gap) yang memungkinkan terjadinya kekacauan AI dan jalan pintas bagi karyawan untuk membongkar keamanan perusahaan dari dalam.