DOWNLOAD 88ID
Aplikasi Game Terbesar di Indonesia
DOWNLOAD APP

Indonesia melihat Sanur dan KEK Kura Kura sebagai mesin baru perekonomian Bali

Indonesia melihat Sanur dan KEK Kura Kura sebagai mesin baru perekonomian Bali


Denpasar (ANTARA) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali menilai dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Sanur Kesehatan dan Kura Kura Bali, sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

“Ini akan menjadi landasan pertumbuhan investasi di Bali,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja di sela-sela forum Balinomics di Denpasar, Bali, Sabtu.

Ia mencatat, kedua KEK tersebut akan menjadi akselerator perekonomian Bali dan diharapkan semakin mendongkrak pertumbuhan Pulau Dewata yang pada triwulan II tahun 2025 mencapai 5,95 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 5,12 persen.

Kinerja tersebut ditopang oleh sektor pariwisata yang terus pulih dan menggerakkan beberapa sektor usaha, seperti akomodasi, makanan dan minuman, konstruksi, perdagangan, transportasi, dan pergudangan.

Ia menambahkan, kedua KEK tersebut termasuk yang terkuat secara nasional dalam hal realisasi investasi pada tahun 2024, dan berdampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja.

Menurut data dari Dewan Kawasan Ekonomi Khusus Nasional, KEK Sanur dirancang dengan proyeksi total investasi sebesar Rp10,2 triliun (US$616 juta) dan diperkirakan akan mempekerjakan 18.375 pekerja langsung dan 25.272 pekerja tidak langsung setelah beroperasi penuh.

Dewan juga melaporkan bahwa sejak didirikan hingga kuartal pertama tahun 2025, KEK Sanur telah mencatat realisasi investasi kumulatif sebesar Rp4,42 triliun (US$266,96 juta) dan menciptakan 3.822 lapangan kerja.

Sedangkan KEK Kura-Kura Bali memiliki target investasi sebesar Rp89,9 triliun (US$5,43 miliar) dengan target tenaga kerja sebanyak 35.036 orang.

Dengan potensi tersebut, bank sentral meyakini investasi berbasis kawasan dan infrastruktur strategis akan menjadi penggerak utama perekonomian Bali ke depan.

“Hal ini sejalan dengan arah kebijakan peningkatan daya dukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya.

Selain kedua KEK tersebut, fokus utama pertumbuhan ekonomi Bali lainnya adalah strategi pariwisata berkualitas, mengingat pariwisata Bali menyumbang 64,29 persen devisa pariwisata nasional.

Berikutnya, meningkatkan produktivitas pertanian dan mempercepat penetrasi pembayaran digital yang efisien dan inklusif baik di wilayah perkotaan maupun non-perkotaan.

Lebih lanjut ia mengatakan, strategi ke depan antara lain pengelolaan pengunjung di destinasi wisata melalui sistem tiket digital dan digitalisasi batas kunjungan harian berdasarkan data kapasitas.

Selanjutnya, pemerintah sedang mengembangkan aplikasi terintegrasi seperti Love Bali dan mendorong investasi tersier baru di luar Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

Berita terkait: Wapres Imbau UMKM Kota Denpasar Bantu Dongkrak Ekonomi Kreatif

Berita terkait: Bandara Bali Utara Dongkrak UMKM, Ekonomi Kreatif: Menteri

Penerjemah: Arie Novarina
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025


Previous Article

Metode mengajarkan model AI generatif untuk menemukan objek yang dipersonalisasi

Next Article

Serba Bisa di Satu Aplikasi, Intip Semua Kelebihan BRImo untuk Aktivitas Sehari-Hari

Write a Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *