
Bertemu dalam sesi luar biasa, Komite Darurat Federasi Sepak Bola Senegal mengadopsi beberapa keputusan besar yang mempengaruhi tata kelola, infrastruktur dan organisasi kompetisi menjelang tenggat waktu berikutnya.
Komite Darurat FSF bertemu Selasa ini, 2 Desember 2025 di kantor pusat badan tersebut, di bawah kepemimpinan Abdoulaye Fall. Di akhir sesi kerja ini, sepuluh langkah diambil untuk menanggapi kebutuhan mendesak sepak bola Senegal.
Di antara keputusan-keputusan penting tersebut, Federasi mengamanatkan presiden Komisi Hukum untuk menunjuk anggota badan peradilan. Proyek renovasi stadion Demba Diop tahap kedua akan diresmikan disertai peninjauan metode pembiayaannya, sedangkan FSF akan mengurus akomodasi para tamunya selama CAN 2025.
Kantor yang didedikasikan untuk mendapatkan ID Penggemar akan didirikan di kantor pusat LSFP. Joloof Olympique Club, pada bagiannya, mendapat manfaat dari izin sementara untuk menggunakan lahannya di Dahra.
FSF juga melanjutkan konsultasi mengenai permintaan pengecualian dari Diambars FC dan Génération Foot. Komite mengesahkan agenda standar baru untuk pertemuan COMEX, dan memberikan lampu hijau pada proses pembentukan kantor Dewan Direksi LFA.
Reformasi lainnya berkaitan dengan fungsi internal: pemeriksaan ulang skala biaya transportasi dalam sepak bola amatir, ketentuan mengenai klub yang ditangguhkan atau absen dari kompetisi, dan reorganisasi administrasi federal.
Federasi akhirnya mengimbau seluruh pesepakbola nasional untuk segera mematuhi keputusan tersebut, yang diambil sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan badan tersebut.


